Tri Sutrisno: Soeharto Tak Butuh Gelar Pahlawan Nasional

JAKARTA – Mantan Wakil Presiden RI, Jenderal (Purn) Tri Sutrisno, menegaskan bahwa almarhum Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, tidak memerlukan gelar pahlawan nasional karena seluruh pengabdiannya telah dilakukan dengan niat ikhlas demi bangsa.

Menurut Tri, Soeharto telah berjuang sejak muda dalam mempertahankan kemerdekaan dan menjaga ideologi Pancasila dari ancaman komunisme pada tahun 1965. “Saya pribadi menghargai jasa-jasa beliau. Bagi Indonesia, jasanya sangat besar demi kesejahteraan rakyat dan kejayaan bangsa,” ujarnya seusai menghadiri Tahlilan 1.000 hari HM Soeharto di Masjid At-Tin, TMII, Jakarta Timur, Kamis (21/10/10).

Ia menambahkan, meskipun Soeharto sebagai manusia memiliki kekurangan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa jasa-jasanya bagi bangsa Indonesia tidak tergantikan. Tri berharap masyarakat dapat mengenang kebaikan dan pengabdian Soeharto, bukan terus mengingat hal-hal negatif di masa kepemimpinannya.

“Sebagai umat muslim, kita diperintahkan untuk mengingat kebaikan seseorang. Dalam pepatah Jawa disebut ‘mendem jero’, yaitu menyimpan dalam-dalam kebaikan dan melupakan keburukan,” ungkapnya.

Terkait wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto, Tri Sutrisno menegaskan bahwa hal itu tidak perlu dipermasalahkan. “Silakan saja kalau mau dibahas, tapi Pak Harto tidak butuh itu. Beliau sudah ikhlas, dan Allah yang akan menilai amalnya,” tegasnya.

Tri juga mengingatkan pentingnya bangsa Indonesia untuk menghormati jasa para pendahulu yang telah membangun fondasi bangsa. Menurutnya, tanpa perjuangan dan ketulusan tokoh seperti Soeharto, Indonesia tidak akan seperti sekarang.

Putusan MK tentang Imunitas Jaksa: Apa yang Berubah?

Soeharto Masuk Daftar 40 Calon Pahlawan Nasional, Pemerintah Hadapi Pro dan Kontra Publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *