Jakarta, Acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem di NasDem Tower, Jakarta, pada Jumat (21/3), menjadi sorotan publik. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh politik ternama, termasuk Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua DPP PDIP Puan Maharani, serta Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Dalam acara tersebut, Surya Paloh tampak duduk diapit oleh Puan Maharani di sisi kanan dan Jokowi di sisi kiri. Selain mereka, hadir pula Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno yang duduk di sebelah kiri Jokowi, serta sejumlah elit politik lainnya. Di sisi kanan Puan, tampak beberapa tokoh dari NasDem, menunjukkan kebersamaan lintas partai dalam suasana Ramadan.
Elite Politik Hadir dalam Kebersamaan
Selain ketiga tokoh utama tersebut, sejumlah elite politik lainnya juga terlihat dalam acara bukber ini. Beberapa di antaranya adalah Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Ketua Komisi I DPR sekaligus kader PDIP Utut Adianto, serta Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid. Kehadiran mereka mencerminkan dinamika politik yang tetap berjalan meskipun suasana Ramadan identik dengan momen kebersamaan dan perdamaian.
Namun, yang menjadi perhatian utama adalah keberadaan Puan dan Jokowi dalam satu meja dengan Surya Paloh. Pasalnya, hubungan antara PDIP dan Jokowi belakangan ini tengah mengalami ketegangan. PDIP secara resmi telah memecat Jokowi sebagai kader partai karena dinilai melanggar aturan internal. Bahkan, dalam persidangan kasus suap dan perintangan penyidikan Harun Masiku, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sempat menyeret nama Jokowi dalam eksepsinya.
Momentum Ramadan dan Dinamika Politik
Momen buka puasa bersama ini dinilai memiliki makna tersendiri dalam peta politik nasional. Kehadiran Puan dan Jokowi dalam satu meja dengan Surya Paloh bisa diartikan sebagai sinyal politik tertentu. Tidak jarang, acara buka puasa menjadi ajang pertemuan informal yang dapat membuka peluang komunikasi dan rekonsiliasi antarpolitisi.
Partai NasDem sendiri dikenal memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Jokowi, meskipun kini telah bergabung dalam koalisi yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran. Sementara itu, PDIP yang mengusung Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024 masih berada dalam posisi yang berseberangan dengan Jokowi. Oleh karena itu, pertemuan ini menimbulkan spekulasi di kalangan pengamat politik mengenai kemungkinan strategi baru yang sedang dibangun oleh para elite politik.
Kesimpulan
Acara buka puasa bersama yang diadakan oleh NasDem bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momen penting dalam lanskap politik Indonesia. Kehadiran para tokoh besar seperti Surya Paloh, Puan Maharani, dan Jokowi memberikan sinyal politik yang menarik untuk dicermati. Di tengah ketegangan politik yang terjadi, momentum Ramadan ini menjadi kesempatan bagi para pemimpin untuk menunjukkan kebersamaan dan membuka komunikasi yang lebih luas dalam menghadapi dinamika politik ke depan.