Jakarta, Jumlah pemudik Lebaran 2025 diprediksi mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat potensi penurunan sebesar 24 persen dari total pemudik tahun 2024 yang mencapai 193,6 juta orang. Dengan demikian, sekitar 46,4 juta orang diperkirakan tidak melakukan perjalanan mudik pada Idulfitri 1446 Hijriah.
Kabiro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Budi Rahardjo, mengonfirmasi hasil survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub bersama akademisi. Survei tersebut menunjukkan jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 146,48 juta orang, menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Penyebab Penurunan Jumlah Pemudik
Meskipun survei Kemenhub tidak menggali secara spesifik penyebab turunnya jumlah pemudik, beberapa faktor diperkirakan berkontribusi terhadap fenomena ini. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, mengungkapkan lima alasan utama yang menyebabkan berkurangnya pemudik Lebaran 2025:
- Jarak Libur yang Berdekatan
Idulfitri kali ini berdekatan dengan libur Natal dan Tahun Baru 2025. Banyak masyarakat yang sudah memanfaatkan libur panjang sebelumnya sehingga tidak lagi merencanakan perjalanan mudik saat Lebaran. - Kondisi Ekonomi
Faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab utama. Banyak keluarga memilih untuk berhemat guna mempersiapkan biaya pendidikan bagi anak-anak mereka yang akan memasuki tahun ajaran baru dalam beberapa bulan mendatang. - Maraknya PHK
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di beberapa sektor industri turut mempengaruhi keputusan masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan mudik. - Daya Beli Masyarakat Menurun
Inflasi dan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih menyebabkan penurunan daya beli masyarakat. Hal ini membuat sebagian besar orang lebih memilih untuk mengalokasikan dana mereka untuk kebutuhan primer dibandingkan perjalanan mudik. - Faktor Cuaca
Kondisi cuaca yang tidak menentu dan diperkirakan kurang mendukung perjalanan jarak jauh juga menjadi pertimbangan bagi masyarakat untuk menunda atau membatalkan rencana mudik mereka.
Dampak Terhadap Sektor Transportasi
Penurunan jumlah pemudik ini diprediksi akan berdampak pada sektor transportasi, terutama operator angkutan umum seperti bus, kereta api, dan maskapai penerbangan. Pengusaha di sektor ini mungkin akan menghadapi penurunan jumlah penumpang, sehingga perlu menyesuaikan strategi bisnis mereka.
Namun, di sisi lain, berkurangnya pemudik juga dapat mengurangi tingkat kemacetan di jalur-jalur utama mudik, serta menekan angka kecelakaan lalu lintas yang biasanya meningkat selama periode Lebaran.
Kesimpulan
Meskipun mudik Lebaran merupakan tradisi tahunan yang dinantikan banyak masyarakat, tahun ini diperkirakan lebih banyak orang memilih untuk tetap tinggal di kota perantauan. Berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi, jarak libur yang berdekatan, hingga cuaca, turut memengaruhi keputusan ini. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan terus memantau perkembangan serta menyesuaikan kebijakan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar selama musim mudik 2025.