Buton, Seorang pria yang diduga terlibat dalam penikaman Kanit Provost Polsek Ambuau Indah, Aipda Fajar Iwu, hingga tewas, telah diamankan oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Buton. Penikaman ini terjadi saat korban tengah melaksanakan tugas pengamanan keributan antar pemuda dalam sebuah acara joget di Desa Ambuau Indah, Senin dini hari (14/4) sekitar pukul 01.50 WITA.
Kasi Humas Polres Buton, AKP Suwoto, menyampaikan bahwa pria yang diamankan masih berstatus sebagai orang yang dicurigai. “Iya, itu masih sebatas orang dicurigai,” ungkapnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (16/4). Menurutnya, pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap terduga pelaku.
Aipda Fajar Iwu diketahui meninggal dunia akibat luka tusukan yang cukup parah setelah ditikam oleh orang tak dikenal. Kejadian tragis tersebut bermula ketika korban merespons laporan masyarakat terkait keributan antar pemuda yang terjadi usai sebuah acara hiburan malam. Saat berupaya mengejar pelaku keributan, Aipda Fajar tiba-tiba diserang dan ditikam oleh orang yang tidak dikenal, yang kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian.
Kapolres Buton melalui AKP Suwoto menambahkan bahwa pihaknya telah memeriksa sedikitnya 11 orang saksi untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh. “Sekarang sudah ada 11 saksi yang diperiksa. Yang diamankan tapi statusnya masih sebatas saksi semuanya,” jelasnya. Hingga saat ini, penyelidikan terus berlanjut dengan upaya pengejaran terhadap pelaku utama yang diyakini masih berkeliaran.
Pihak kepolisian juga telah melakukan penggeledahan di rumah terduga pelaku sebagai bagian dari upaya pengumpulan bukti dan pengecekan lokasi. Tim Satreskrim Polres Buton bergerak cepat demi menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.
Aipda Fajar Iwu sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, luka tusukan yang dideritanya terlalu parah dan nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak.
Kapolres Buton menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini dan memastikan institusinya berkomitmen penuh mengusut tuntas kasus penikaman tersebut. “Kami tidak akan berhenti sampai pelaku tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” tegasnya.
Kasus ini menjadi sorotan publik, mengingat korban merupakan aparat kepolisian yang gugur saat menjalankan tugas menjaga ketertiban masyarakat. Diharapkan, penyelidikan yang tengah berlangsung dapat segera menemukan titik terang dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.