Jakarta, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan pendekatan komunikasi yang segar dan terbuka dalam wawancara eksklusif bersama tujuh jurnalis senior dari berbagai media nasional. Wawancara tersebut berlangsung di kediamannya di Hambalang, Bogor, pada Minggu (6/4).
Dalam pertemuan bertajuk “Presiden Prabowo Menjawab”, Prabowo membahas isu-isu strategis seperti revisi UU TNI, kekerasan aparat, tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Donald Trump, hingga Rancangan Undang-Undang Kepolisian (RUU Polri). Pendekatan ini mencerminkan komitmen Prabowo terhadap keterbukaan informasi serta partisipasi publik dalam proses kebijakan nasional.
Wakil Menteri Komunikasi Digital, Angga Raka Prabowo, menjelaskan bahwa konsep ini merupakan inovasi dalam pola komunikasi presiden kepada rakyat. “Harapannya agar publik bisa mendapat penjelasan langsung dari Presiden. Ini bukan hanya monolog, tetapi juga mendengarkan publik melalui para jurnalis,” ujar Angga seperti dikutip dari Detikcom.
Tujuh jurnalis yang hadir di antaranya adalah Alfito Deannova Gintings (detikcom), Lalumara Satriawangsa (TV One), Uni Lubis (IDN Times), Najwa Shihab (Narasi), Valerina Daniel (TVRI), Sutta Dharmasuta (Kompas), dan Retno Pinasti (SCTV).
Tanpa Daftar Pertanyaan: Bentuk Transparansi Nyata
Salah satu poin penting dari acara ini adalah tidak adanya batasan atas pertanyaan yang diajukan. Alfito Deannova mengungkapkan bahwa pihak Istana tidak meminta daftar pertanyaan terlebih dahulu. Menurutnya, hal ini menjadi indikator penting dari transparansi kepemimpinan Prabowo.
“Saya harus mengapresiasi Presiden. Semua pertanyaan dijawab, tidak ada yang dipotong, tidak ada topik yang dibatasi. Ini harus diapresiasi karena memperlihatkan keterbukaan terhadap isu-isu penting,” ujarnya.
Model komunikasi seperti ini, menurut para jurnalis, memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk memahami arah kebijakan negara. Najwa Shihab juga menambahkan bahwa kejujuran dan keluwesan Presiden dalam menjawab pertanyaan merupakan angin segar dalam komunikasi politik di Indonesia.
Isu-isu Krusial Disorot Langsung
Dalam sesi wawancara, Prabowo menjelaskan pandangannya terhadap tarif perdagangan yang diberlakukan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump. Ia juga menyampaikan pentingnya revisi UU TNI dalam kerangka menjaga profesionalisme militer di tengah dinamika global.
Terkait RUU Polri, Prabowo menyampaikan pentingnya reformasi institusi kepolisian untuk meningkatkan kepercayaan publik. Ia menegaskan bahwa pembaruan hukum harus mengedepankan keadilan, bukan sekadar kontrol kekuasaan.
Dengan menghadirkan suara dari berbagai media dan membuka ruang diskusi tanpa batas, Prabowo tidak hanya menyampaikan jawaban, tetapi juga membangun dialog. Ini menjadi contoh komunikasi publik yang ideal di era digital, di mana transparansi dan kredibilitas menjadi kebutuhan utama masyarakat.